jump to navigation

Sepenggal pemikiran yang terlintas pada saat menonton iklan sekolah gratis di televisi April 30, 2009

Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME, SASTRA BEBAS.
Tags: ,
add a comment

“Education is our passport to the future, for tomorrow belongs to those who prepare for it today”

Beberapa minggu lalu saya menonton  iklan “sekolah gratis sd dan smp”,ada beberapa hal yang ingin saya tulis terkait iklan tersebut.
Melihat iklan tersebut mungkin sebagai salah satu bagian dari bangsa yang baik memberikan apresiasi kepada pemerintah maupun DPR RI yang telah berupaya merealisasikan anggaran pendidikan 20 persen dan salah satu bentuk pelaksanaannya adalah sesuai dengan iklan tersebut (itu juga kalau apa yang disampaikan oleh iklan tersebut sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan)

Akan tetapi melihat angka anggaran APBN tahun 2009 pada pos belanja pemerintah berdasarkan fungsi (fungsi pendidikan),angka anggaran fungsi pendidikan masih jauh dari 20 persen (yang masih membingungkan saya formula yang digunakan pemerintah dan DPR sehingga 20 persen dari mana).

Kemudian yang perlu diperhatikan dan dikritisi adalah kemana saja anggaran 20 persen tersebut kemana saja dialokasikan dan apakah alokasi 20 persen tersebut sudah dialokasikan kepada pos-pos yang efektif dan efisien dalam kerangka mengurangi beban biaya pendidikan yang harus ditanggung oleh masyarakat Indonesia. Yang juga harus diamati dan diperhatikan adalah berapa besar proporsi pembagian 20 persen anggaran tersebut (apakah proporsi untuk pos-pos dalam rangka meningkatkan angka partisipasi sekolah dan mengurangi beban masyarakat lebih besar dibanding pos-pos lain). Untuk itu dalam konteks anggaran pendidikan 20 persen,kita jangan sampai terjebaki hanya pada angkanya saja. Akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana angka-angka tersebut dialokasikan dan direalisasikan.

(more…)

Renungan Hari Kartini : “R.A Kartini sebagai simbol perjuangan dan perlawanan kaum perempuan” April 22, 2009

Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME, SASTRA BEBAS.
Tags:
1 comment so far

kartini_ra_1

“…Alangkah besar bedanja bagi masjarakat Indonesia bila kaoem perempoean dididik baik-baik (Kutipan surat kartini Agustus 1901)”

R.A Kartini merupakan sebuah simbol perjuangan kaum perempuan dalam menghadapi kebodohan di dalam pendidikan dan sebagai simbol perlawanan terhadap pengekangan kaum perempuan terhadap dunia luar. Perjuangan dan perlawanan kartini harus selalu tetap dijadikan sabagai referensi dan titik awal setiap kaum perempuan direpublik ini untuk melawan kebodohan dan diskriminasi perlakuan di beberapa bidang atau hal. Diskriminasi perempuan dalam pembangunan ekonomi,sosial dan politik masih terus terjadi disetiap sendi-sendi kehidupan bangsa ini. Masih rendahnya keterlibatan dan partisipasi perempuan di dalam pembangunan ekonomi,sosial dan politik harus menjadi musuh bersama kita dalam rangka mensukseskan pembangunan menyeluruh di negeri ini.

(more…)

Sosialisasi Partai Peserta Pemilu 2009 March 19, 2009

Posted by Robby Alexander Sirait in HANURA-PKPB-PPPI-PPRN-GERINDRA, POLITIK.
Tags: ,
1 comment so far

Pemilu 2009 yang akan diadakan tahun 2009 ini meliputi dua jenis pemilihan yakni pemilihan legislatif (DPR RI, DPRD dan DPD) dan pemilihan presiden. Pemilu tahun ini melibatkan 38 (tigapuluh delapan) partai nasional dan 6 (enam) partai lokal Aceh. Semua partai yang terlibat di dalam pemilu 2009 memiliki sejarah, visi dan misi masing-masing yang akan mereka jual kepada rakyat selama masa kampanye dan pemilu tahun ini. Disini saya akan coba meringkas apa yang menjadi visi dan misi partai-partai nasional peserta pemilu 2009 sebagaimana tertulis dibawah ini :

(more…)

RENUNGAN HARI PAHLAWAN November 10, 2008

Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME.
Tags:
add a comment

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa-jasa para pahlawannya”

Setiap tanggal 10 November bangsa kita memperingati Hari Pahlawan, akan tetapi peringatan ini hanya menjadi sebuah peringatan seremoni saja tanpa mencari apa yang sebenarnya yang menjadi nilai-nilai penting yang perlu dihayati dan direnungkan pada saat memperingati hari pahlawan. Padahal tanggal 10 November merupakan salah satu tanggal yang memiki nilai-nilai penting di dalam sejarah bangsa ini dari dahulu hingga hari ini.

Sangatlah penting setiap 10 november kita semua menghayati arti penting hari pahlawan dan tidak hanya saja terpaku pada proses seremonial belaka. Sangatlah penting bangsa ini menjadikan hari pahlawan sebagai sara untuk merenungkan kembali arti perjuangan para pahlawan-pahlawan bangsa yang telah gugur, yang telah mengorbankan harta benda dan nyawanya untuk memerdekakan dan mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(more…)

MEMBANGKITKAN KEMBALI BANGSA DENGAN JIWA BESAR BUNG KARNO May 12, 2008

Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME.
Tags: ,
add a comment

Membangkitkan Kembali Bangsa

Dengan Jiwa Besar Bung Karno

oleh : A. Umar Said

Ada satu hal yang sudah selama puluhan tahun tidak menjadi pemikiran banyak orang, yaitu gejala bahwa Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei sudah tidak lagi diperingati secara khidmat atau selayaknya sebagai peristiwa yang penting dalam sejarah bangsa. Bagi mereka yang masih ingat kepada masa di bawah kepemimpinan Bung Karno, maka terasa sekalilah betapa besar bedanya antara peringatan Hari Kebangkitan Nasional sebelum 1965 dengan yang diselenggarakan selama Orde Baru. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang diselenggarakan sampai 1965 selalu sarat dengan dikobarkannya semangat untuk menghormati jasa-jasa para perintis kemerdekaan, semangat untuk mempersatukan bangsa, semangat untuk bersama-sama meneruskan revolusi menuju masyarakat adil dan makmur. “Api” kebangkitan bangsa ini terasa menyala-nyala dalam kesempatan semacam itu.

(more…)

MEMBANGKITKAN KEMBALI BANGSA DENGAN JIWA BESAR BUNG KARNO (Part 2) May 12, 2008

Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME.
Tags: ,
add a comment

BUNG KARNO ADALAH PROMOTOR KEBANGKITAN BANGSA

Dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, mau tidak mau kita harus mengingat kembali perjalanan sejarah bangsa kita, yang dimulai dengan lahirnya gerakan nasionalis pertama Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, hampir seratus tahun yang lalu. Pergerakan nasional ini dipimpin oleh Dokter Soetomo di Jakarta. Dengan dorongan dilahirkannya Boedi Oetomo ini, kemudian lahirlah di Surabaya dalam tahun 1912 Sarekat Islam di bawah pimpinan Haji O.S. Tjokroaminoto bersama Haji Agus Salim dan Abdul Muis. Sarekat Islam kemudian pecah menjadi SI merah dan SI putih. Dalam tahun 1912 itu lahir pula satu gerakan politik yang amat penting, yaitu Indische Partij yang dimpimpin oleh Douwes Dekker (Dr. Setiabudhi), R.M. Suwardi Suryaningrat dan Dr. Tjipto Mangunkusumo. Tahun 1913, partai ini dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda dan pemimpin-pemimpinnya ditangkapi dan kemudian dibuang dalam pengasingan.

(more…)