jump to navigation

“Stiglitz dan Sepenggal Pemikirannya” April 27, 2012

Posted by Robby Alexander Sirait in EKONOMI.
Tags: ,
add a comment

Siapa Stiglitz

Joseph Eugene Stiglitz adalah seorang pakar ekonomi, pengarang buku dan peraih nobel bidang ekonomi tahun 2011. Stiglitz lahir di Gary, Indiana, Amerika Serikat pada tanggal 9 Februari 1943. Pria kelahiran Gary ini pernah menjabat sebagai ketua Dwan Penasihat Ekonomi Presiden Amerika Serikat pada masa pemerintahan Bill Clinton (1995-1997). Selain itu, Stiglitz juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Senior dan Ekonom Kepala di bank dunia pada tahun 1997 hingga 2000. Stiglitz menyelesaikan pendidikannya di Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat dan Cambridge University. (more…)

Sedikit Menilik Alur Proses Penetapan dan Perhitungan Dana Alokasi Khusus March 1, 2012

Posted by Robby Alexander Sirait in EKONOMI.
Tags: , ,
1 comment so far

Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah dana yang ditransfer oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Transfer DAK merupakan konsekuensi lahirnya Ketetapan MPR No. XV/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah ; Pengaturan, Pembagian dan Pemanfaatan Sumberdaya Nasional yang Berkeadilan serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan lahirnya UU No.22/1999 tentang Pemerintah Daerah dan UU No. 25/1999 (more…)

Lucunya Negeri Ini : Pernyataan konyol pejabat February 9, 2011

Posted by Robby Alexander Sirait in EKONOMI.
Tags: , ,
add a comment

Kenaikan harga cabe di penghujung akhir tahun 2010 yang lalu kemungkinannya hanya disebabkan oleh satu hal, yakni pergesaran titik keseimbangan harga yang diakibatkan oleh pergeseran supply dan demand cabe di pasar. Untuk kasus tahun 2010 lebih cenderung diakibatkan bergesernya pasokan (supply) cabe ke pasar sehingga mendorong kenaikan harga cabe di pasar. Pergeseran pasokan cabe (berkurangnya dan cenderung langka) di pasar diakibatkan oleh terganggunya produksi yang dialami oleh para petani yang diakibatkan oleh bergesernya perubahan cuaca yang mengganggu pola dan kuantitas produksi cabe. perubahan cuaca ini sangat mempengaruhi produksi cabe yang dikarenakan produksi cabe sangat bergantung kepada cuaca khususnya kelembaban udara dan kadar air tanah. Selain terganggunya produksi cabe yang terjadi di akhir tahun 2010, (more…)

Kebijakan kenaikan TDL ditengah-tengah kenaikan harga sembako, musim sekolah dan menjelang bulan ramadhan : Kebijakan yang tak berhati nurani dan tak punya strategi July 16, 2010

Posted by Robby Alexander Sirait in EKONOMI.
Tags: , , ,
1 comment so far


Per 1 juli 2010 pemerintah menetapkan kebijakan kenaikan tarif TDL dengan kenaikan rat-rata 10 persen. Ada 2 alasan mendasar pemerintah yang terekam dalam menetapkan kenaikan TDL ini adalah besarnya subsidi di dalam APBN seperti yang dikutip dari pernyataan presiden “”Kalau ditambah terus, APBN bisa jebol, kalau jebol kita tidak bisa membiayai yang lain, seperti pendidikan, penanggulangan kemiskinan dan lain lain,” jelas Presiden.” dan mungkin pertimbangan lainnya adalah harga TDL saat ini masih jauh dari harga keekonomian sehingga dibutuhkan kebijakan yang mendorong harga TDL mendekati harga keekonomian.

Ditinjau dari berbagai literatur keilmiahan, (more…)

Catatan Empat Tahun Kinerja Perekonomian Pemerintahan SBY – JK (Part 1) December 9, 2008

Posted by Robby Alexander Sirait in EKONOMI.
Tags:
add a comment

Catatan Empat Tahun Kinerja Perekonomian

Pemerintahan SBY – JK

Oleh : Robby A. Sirait

Empat Tahun pemerintahan SBY – JK, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami pasang surut. Diawal pemerintahan pada Oktober 2004 hingga tahun 2006, pemerintahan SBY – JK (berkaca pada pencapaian pertumbuhan tahun 2005 dan 2006) mensia-siakan momentum percepatan pertumbuhan yang telah diwariskan oleh pemerintahan sebelumnya (Megawati Soekarno Putri). Stabilitas Ekonomi dan Akselerasi Perekonomian yang telah dicapai oleh pemerintahan Megawati tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintahan SBY – JK untuk melakukan pencapaian percepatan pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2007, momentum percepatan sudah kembali hadir yang dapat dilihat pada pencapaian target pertumbuhan mencapai 6.3 persen meskipun kondisi ini masih sangat riskan dipertahankan dengan memperhatikan gejolak global (kenaikan harga minyak dan komoditas pangan) yang sedang (more…)

Catatan Empat Tahun Kinerja Perekonomian Pemerintahan SBY – JK (Part 2) December 9, 2008

Posted by Robby Alexander Sirait in EKONOMI.
Tags:
3 comments

Pola Pertumbuhan Berdasarkan Penggunaan

“Konsumsi Rumah Tangga masih menjadi komponen dominan pertumbuhan”

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di 4 tahun terakhir masih dominan didrive oleh konsumsi rumah tangga yang mencapai rata-rata sumbangsih diatas 50 persen terhadap PDB setiap tahunnya. Di empat tahun terakhir juga, komponen penggunaan konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan yang relatif cukup tinggi dan tahun ke tahun mengalami peningkatan pertumbuhan. Kondisi ini menunjukkan terancamnya kualitas perekonomian jika hanya ditopang (sangat dominan) oleh komponen-komponen pengeluaran yang kurang menjamin kesinambungan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan yang dominan di drive oleh komponen konsumsi menunjukkan relatif kurang berkualitas pertumbuhan ekonomi yang dicapai. Ini disebabkan karena dominasi komponen konsumsi kurang menjamin kesinambungan pertumbuhan dan komponen tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang (more…)

Catatan Empat Tahun Kinerja Perekonomian Pemerintahan SBY – JK (Part 3) December 9, 2008

Posted by Robby Alexander Sirait in EKONOMI.
Tags:
add a comment

“ Laju Pertumbuhan Ekspor dan Investasi Yang Relatif Menurun dan Labil ”

Selain komponen konsumsi rumah tangga, komponen ekspor memberikan sumbangsih yang cukup menonjol. Empat tahun terakhir komponen ekspor memberikan sumbangsih rata-rata diatas 40 persen setiap tahunnya. Akan tetapi peningkatan impor yang bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekspor menyebabkan ekspor netto semakin menyusut. Melihat laju pertumbuhan komponen ekspor empat tahun terakhir yang kecenderungannya mengalami penurunan dari tahun ke tahun, maka kedepan pemerintahan SBY – JK harus lebih memfokuskan kepada peningkatan komponen ekspor.

Empat tahun terakhir kondisi komponen investasi kecenderungannya mengalami kondisi yang relatif tidak stabil. Pertumbuhan tertinggi investasi terjadi pada tahun 2004 yakni 14.1 persen. Namun setelah (more…)

Obligasi Daerah Sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah (Part 1) November 8, 2008

Posted by Robby Alexander Sirait in EKONOMI.
Tags: ,
add a comment

Di dalam isu desentralisasi, cara-cara pembiayaan yang dilakukan oleh pemerintah-pemerintah local atau daerah atau state menjadi sebuah isu yang menarik untuk diamati dan dicermati. Banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah-pemerintah local atau daerah didalam melakukan pembiayaan program ataupun kewajiban-kewajiban pelayanan public yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ada beberapa cara yang umum dilakukan oleh pemerintah local atau daerah didalam menutupi kekurangan pembiayaan pembangunan di daerahnya masing-masing, yakni antara lain ; pinjaman daerah, leasing atau penyewaan asset-aset daerah, kerjasama operasional, privatisasi, penerbitan obligasi dan lain sebagainya.

Penerbitan obligasi merupakan salah satu alternative (more…)

Obligasi Daerah Sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah (Part 2) November 8, 2008

Posted by Robby Alexander Sirait in EKONOMI.
Tags: ,
add a comment

Indonesia : Pengalaman dan Peluang Municipal Bond di era desentralisasi

Penerbitan municipal bond di Indonesia dapat dikatakan belum popular, ini disebabkan oleh dasar undang-undang yang mengatur kewenangan pemerintah daerah untuk menerbitkan obligasi daerah baru dikeluarkan pada tahun 2004 dengan lahirnya UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan keuangan Pusat dan Daerah dan Peraturan Meneteri Keuangan No. 147/PMK/2006 tentang tata cara pnerbitan, pertanggungjawaban dan publikasi informasi obligasi daerah masih relative tergolong baru atau muda. Selain undang-undang, struktur pasar di pasar modal domestic Indonesiapun pasar obligasi juga belum popular dibandingkan dengan pasar saham sehingga kondisi pasar tersebut sangat mempengaruhi kurang populernya penerbitan municipan bond di Indonesia. (more…)