Obrolan Sang Ayah dan Anak Tentang KIB II October 23, 2009
Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME, SASTRA BEBAS.trackback

……Sebelum membaca nyalakan winamp anda atau sejenis dan putar lagu “Pak Tani oleh Slank” sebagai soundtrack,,,
……..
Seorang ayah yang berprofesi sebagai petani dan kedua anaknya sedang makan disaung di tengah hijaunya padi yang menghampar di ladang miliknya,,sambil makan mereka bertiga berdiskusi kecil-kecilan,,diskusi kecil-kecilan ini merupakan kebiasaan rutin mereka sambil melepas lelah yang sudah bekerja seharian di lahan pertaniannya,,
Hari ini obrolan mereka terlihat lebih berat dan lebih serius dibanding hari-hari lainya,,Hari ini mereka berbincang-bincang tentang Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang baru diumumkan presiden SBY kemarin malam..
Perbincangan hari ini dimulai oleh bambang,tidak seperti biasanya karena biasanya bambang tidak pernah memulai perbincangan dan kebanyakan manggut-manggut,,
Bambang : Abah,,kok menteri-menteri yang diumumin presiden kemaren malam orang partainya dibanding orang profesional yah??knapa bisa begitu??
Pak Tani : Iya yah,,kalau dilihat susunan kabinet sekarang orang partainya banyak benar dibanding orang profesionalnya
Budi : Kabinet hari ini sangat berbahaya dan riskan gagal karena konflik kepentingan di kabinet,benturan kepentingan partai akan semakin besar,,idealnya bah di negara kita yang masih dihantui besarnya pengangguran dan kemiskinan,kabinet yang sisusun harusnya lebih banyaknya orang-orang profesional dan punya kapasitas memimpin kementrian.
Bambang : iya bah harusnya lebih banyak kaum profesional dibandingkan orang-orang partai
Pak Tani : iya idealnya melihat kondisi bangsa kita hari ini dan kerasnya persaingan antar negara baik di asia maupun internasional,kementrian di kabinet seharusnya dipimpin oleh orang-orang profesional yang punya kapasitas dan kemampuan menyelesaikan permasalahan bangsa di tiap-tiap kementrian.Kalaupun beberapa pos kementrian diisi oleh tokoh partai,seharusnya tokoh-tokoh tersebut memiliki kapasitas bukan hanya sebatas pertimbangan kekuatan basis politik saja.
Bambang : tapi yang harus kita ingat juga bah,bahwa sejarah bangsa ini mencatat “kabinet profesional juanda” tempo dulu gagal berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.Tapi harusnya itu harus dijadikan masukan untuk dibenahin dan dirapikan bukan ditakuti karena pernah gagal.
Budi : bener itu bah yang abah bilang cuma saya meragukan menteri-menteri kabinet sekarang,sebagian bah tidak semuanya, tidak memiliki kemampuan dan pemahaman atas masalah yang dihadapi bangsa ini.
Bambang : iya bah,kalau melihat latar belakang pendidikan dan pengalaman mereka sebelum-belumnya,ada beberapa menteri yang meragukan.
Pak Tani : Siapa bang maksud kamu??
Budi : Muhaimin Iskandar yang memegang kementrian tenakertrans,,,mmmm (sambil berpikir),,masih banyak bah tapi saya lupa nama-namanya
Bambang : Hatta Rajasa yang jadi menko perekonomian bah,,menurut catatan yang saya baca dari wikipedia tadi di sekolah,pada saat menjadi menhub aja beliau punya prestasi buruk dengan banyak kecelakan dan akhirnya di ganti bah jadi mensesneg
Budi : Trus kalau saya tidak salah selama menjalani karirnya,baik politik maupun birokrasi,seingat saya beliau tidak pernah bersentuhan langsung dengan urusan-urasan perekonomian kecuali menhub yang notabene gagal itu
Pak Tani : walah bagus pisan,anak-anak abah pada pintar-pintar (sambil tertawa kecil),,tapi kalau kata ekonom aviliani “masalah latar belakang pendidikan itu tidak ada masalah”,kalau abah ga salah baca di koran,,tapi mungkin latar belakang pendidikan ga penting tapi catatan sejarah personal dan kegiatan para mentri harus menjadi bahan pertimbangan presiden bukan hanya bagi-bagi kue pasca pemilihan.
Bambang : iya pak,harusnya presiden mempertimbangkan catatan sejarah tiap para menteri,kapasitas tiap menteri,kemampuan para menteri memahami permasalahan di tiap kementrian,permasalahan rakyat kecil yang berkaitan dgn kementrian yang akan dipimpin,catatan sejarah kegiatan atau pekerjaan yang pernah dilakukan oleh para menteri di masa lalu,,dan paling penting adalah pertimbangan kapasitas,kemampuan,pemaha
Budi : widih,bambang taunya punya pemahaman dan pemikiran yang luas padahal selama ini bambang kan kebanyakn diam saja (sambil tertawa kecil)
Bambang : yah,kang budi bisa saja,,tapi serius kang,bah dengan susunan mentri kabinet sekarang saya meragukan permasalahan bangsa hari ini,permasalahan hantu kemiskinan,kelaparan,rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan,kesejahteraan,pembangunan,pengangguran,jati diri bangsa,masalah kedaulatan sebagai bangsa,masalah petani dan nelayan masih tetap miskin dari jaman penjajahan belanda hingga hari ini serta permasalahan lainnya mampu diselesaikan dan dicarikan solusinya kalau kabinet skrg komposisinya seperti itu.
Pak Tani dan Budi : ooooooo (bersamaan)
Bambang : Semoga keraguan yang bambang katakan tidak terjadi bah,dan para menteri-menteri itu mampu menjawab keraguan bambang dan mampu menjawab permasalahan yang sedang dihadapi bangsa ini.
Pak Tani : walah bambang,, abah bangga kamu cukup kritis ama kondisi bangsa kita,dan abah doakan mudah-mudahan suatu saat nanti kamu akan menjadi menteri atau minimal menjadi walikota atau bupati..abah doakan dan minta kepada Tuhan kamu bisa..
Bambang : Terima kasih bah
Pak Tani : oh iya,mari kita pulang sudah sore dan mang kasep sudah datang tuh.
Obrolan mereka pun selesai karena mang kasep yang biasanya mengantar dan menjemput mereka telah datang dengan menunggangi mobil mercy hitam milik pak tani.
Mungkin obrolan ini benar2 terjadi,,mungkinkah keraguan bambang terjawab,mungkinkah doa pak petani terwujud,,silahkan jawab sendiri,,semoga dengan membaca percakapan singkat ini memberikan pencerahan bagi pembaca,,,
Waroeng Nyempil,Depok
Kamis,22 Oktober 2009
“Menemui jalan gelap dan buntu”
Comments»
No comments yet — be the first.