Pikiran Iseng : Bagaimana Kalau beberapa “Black Economy” yang ada dilegalkan di Indonesia (Bagian I) July 31, 2009
Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME, RELIGIUS, SASTRA BEBAS.Tags: BLACK ECONOMY
add a comment
Legalisasi Prostitusi

Melegalkan aktifitas prostusi,yang merupakan profesi tertua di bumi, di suatu negara atau suatu daerah pasti akan menimbulkan dua hal/poros/sisi yang berbeda. Dua hal/poros/sisi yang berbeda tersebut adalah ada yang setuju dan ada yang tidak setuju, ada manfaatnya dan ada mudaratnya. Kedua poros/hal/sisi tersebut akan coba kita ulas (berdasarkan pencatatan ulang pendapat orang lain ditambah pemikiran penulis iseng) dan kesimpulannya harap disimpulkan oleh pembaca sendiri J. Pertama-tama kita akan coba mengulas dari sisi yang setuju dan sisi manfaatnya. Melegalkan prostitusi melalui sebuah kebijakan atau regulasi yang tepat, kuat dan terukur serta di support oleh regulasi/kebijakan yang lainnya dan juga mengklasifikasikan bahwa prostitusi adalah ”jasa hiburan”,mungkin akan menghasilkan beberapa manfaat baik bagi para pelaku, penyedia, masyarakat maupun negara. Manfaat-manfaat tersebut adalah sebagai berikut :
- Dengan legalisasi prostitusi (aturan dan saksi yang ketat dan diimplementasikan dengan baik) , akan menjadi solusi yang baik untuk melokalisir tempat-tempat prostitusi yang selama ini menjadi salah satu bagian keresahan masyarakat (kelompok masyarakat ini mayoritas) yang berada disekitar tempat-tempat prostitusi. Dengan legalisasi ini juga akan melokalisir PSK-PSK yang bertebaran di beberapa ruas jalan yang dianggap oleh masyarakat mayoritas merupakan bagian dari keresahan masyarakat dan mengganggu keindahan dan kenyaman kota sehingga mampu memperbaiki wajah kota.
- Dengan legalisasi prostitusi (legalisasi yang dikuti dengan lokalisir tempat-tempat prostitusi), akan memudahkan para pasangan (baik wanita mapun laki-laki) untuk mencari pasangannya yang selingkuh (PSK sebagai perselingkuhan).
- Dengan legalisasi prostitusi, akan menjadi solusi baik untuk melokalisir perbutan-perbuatan yang dianggap ”tabu dan amoral” oleh masyarakat.
- Dengan legalisasi dan lokalisasi prostitusi (penerapan pajak tinggi sebagai jasa hiburan), akan meningkatkan penerimaan negara. Melihat kondisi real di kota-kota besar, cukup besarnya pasar ”prostitusi” dan makin maraknya hotel-hotel ”transit” mengindikasikan begitu cukup besarnya potensi pennerimaan yang bisa diterima oleh negara. (more…)