Bayar Pajak Vs Fasilitas Publik (jalan) yang buruk May 23, 2008
Posted by Robby Alexander Sirait in EKONOMI, SASTRA BEBAS.Tags: KEBIJAKAN PUBLIK
add a comment
“Masyarakat yang baik adalah masyarakat yang taat pajak”
Pajak adalah iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) dan wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan umum (undang-undang) dengan tidak mendapat prestasi kembali (imbalan) dan yang penggunananya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan. Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan.
MEMBANGKITKAN KEMBALI BANGSA DENGAN JIWA BESAR BUNG KARNO May 12, 2008
Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME.Tags: BUNG KARNO, NASIONALISME
add a comment
Membangkitkan Kembali Bangsa
Dengan Jiwa Besar Bung Karno
oleh : A. Umar Said
Ada satu hal yang sudah selama puluhan tahun tidak menjadi pemikiran banyak orang, yaitu gejala bahwa Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei sudah tidak lagi diperingati secara khidmat atau selayaknya sebagai peristiwa yang penting dalam sejarah bangsa. Bagi mereka yang masih ingat kepada masa di bawah kepemimpinan Bung Karno, maka terasa sekalilah betapa besar bedanya antara peringatan Hari Kebangkitan Nasional sebelum 1965 dengan yang diselenggarakan selama Orde Baru. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang diselenggarakan sampai 1965 selalu sarat dengan dikobarkannya semangat untuk menghormati jasa-jasa para perintis kemerdekaan, semangat untuk mempersatukan bangsa, semangat untuk bersama-sama meneruskan revolusi menuju masyarakat adil dan makmur. “Api” kebangkitan bangsa ini terasa menyala-nyala dalam kesempatan semacam itu.
MEMBANGKITKAN KEMBALI BANGSA DENGAN JIWA BESAR BUNG KARNO (Part 2) May 12, 2008
Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME.Tags: BUNG KARNO, NASIONALISME
add a comment
BUNG KARNO ADALAH PROMOTOR KEBANGKITAN BANGSA
Dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, mau tidak mau kita harus mengingat kembali perjalanan sejarah bangsa kita, yang dimulai dengan lahirnya gerakan nasionalis pertama Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, hampir seratus tahun yang lalu. Pergerakan nasional ini dipimpin oleh Dokter Soetomo di Jakarta. Dengan dorongan dilahirkannya Boedi Oetomo ini, kemudian lahirlah di Surabaya dalam tahun 1912 Sarekat Islam di bawah pimpinan Haji O.S. Tjokroaminoto bersama Haji Agus Salim dan Abdul Muis. Sarekat Islam kemudian pecah menjadi SI merah dan SI putih. Dalam tahun 1912 itu lahir pula satu gerakan politik yang amat penting, yaitu Indische Partij yang dimpimpin oleh Douwes Dekker (Dr. Setiabudhi), (more…)
MEMBANGKITKAN KEMBALI BANGSA DENGAN JIWA BESAR BUNG KARNO (Part 3) May 12, 2008
Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME.Tags: BUNG KARNO, NASIONALISME
1 comment so far
GERAKAN KEBANGKITAN NASIONAL ADALAH KIRI
Dalam konteks perkembangan sejarah perjuangan melawan kolonialisme, gerakan-gerakan seperti Boedi Oetomo, Perhimpunan Indonesia (PI) di Nederland, Sarekat Islam, PKI, PNI, Partindo, GAPI, Gerindo dan lain-lainnya, bolehlah kiranya dikatakan bahwa semua gerakan itu berhaluan kiri, atau, setidak-tidaknya memiliki aspek-aspek kiri. Sebab, dalam sejarah modern dunia atau literatur politik dunia, kata “kiri” disebut untuk mengungkapkan fikiran, sikap atau kegiatan yang menghendaki, antara lain : adanya perobahan dalam masyarakat untuk memperjuangkan keadilan sosial, melawan penindasan atau pemerasan terhadap rakyat banyak, (more…)
MEMBANGKITKAN KEMBALI BANGSA DENGAN JIWA BESAR BUNG KARNO (Part 4) May 12, 2008
Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME.Tags: BUNG KARNO, NASIONALISME
add a comment
BUNG KARNO YANG “KIRI” DIMUSUHI ORDE BARU
Dari sejarah penggulingan Bung Karno oleh para pendiri Orde Baru/GOLKAR, yang latar-belakangnya mulai terbuka sedikit demi sedikit, maka jelaslah bahwa ia telah dihancurkan oleh kekuatan-kekuatan tertentu dalamnegeri (dan sekaligus juga oleh kekuatan-kekuatan luarnegeri) disebabkan oleh pendirian politiknya, gagasan-gagasannya dan cara berfikirnya. Dalam berbagai kesempatan, sejak umur 25 tahun, ia menyatakan bahwa ia adalah seorang nasionalis, yang sekaligus juga seorang penganut agama Islam, dan yang menggunakan metode berfikir marxis dalam memandang berbagai persoalan masyarakat dan bangsa.
Pendiriannya atau cara berfikirnya (more…)