jump to navigation

Obrolan Sang Ayah dan Anak Tentang KIB II October 23, 2009

Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME, SASTRA BEBAS.
add a comment

Saung aih

……Sebelum membaca nyalakan winamp anda atau sejenis dan putar lagu “Pak Tani oleh Slank” sebagai soundtrack,,, :) ……..

Seorang ayah yang berprofesi sebagai petani dan kedua anaknya sedang makan disaung di tengah hijaunya padi yang menghampar di ladang miliknya,,sambil makan mereka bertiga berdiskusi kecil-kecilan,,diskusi kecil-kecilan ini merupakan kebiasaan rutin mereka sambil melepas lelah yang sudah bekerja seharian di lahan pertaniannya,,

Hari ini obrolan mereka terlihat lebih berat dan lebih serius dibanding hari-hari lainya,,Hari ini mereka berbincang-bincang tentang Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang baru diumumkan presiden SBY kemarin malam..

Perbincangan hari ini dimulai oleh bambang,tidak seperti biasanya karena biasanya bambang tidak pernah memulai perbincangan dan kebanyakan manggut-manggut,,

Bambang : Abah,,kok menteri-menteri yang diumumin presiden kemaren malam orang partainya dibanding orang profesional yah??knapa bisa begitu??

Pak Tani : Iya yah,,kalau dilihat susunan kabinet sekarang orang partainya banyak benar dibanding orang profesionalnya

(more…)

“Sekejam-kejamnya Ibu Tiri,Lebih Kejam Ibukota” October 8, 2009

Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME, SASTRA BEBAS.
add a comment
Ada sebuah pepatah lama, mungkin ini adalah sebuah pesan penting, “Sekejam-kejamnya ibu tiri, lebih kejam ibu kota”,,,berangkat dari pepatah inilah, gw coba memotret sebuah kejadian yang mungkin unik tapi juga mungkin memperihatinkan,,kejadian yang membenarkan bahwa pepatah tersebut ada benarnya (terlihat dari gambar dibawah),,Gambar dibawah bukanlah gambar seorang anak, berusia sekitar 10 s/d 11 tahun, yang sedang bergelantungan di pintu metromini dan bukanlah seorang anak yang hendak turun dari metromini,,gambar dibawah adalah gambar seorang anak yang berprofesi sebagai kondektur (bukan kendektur-kondekturan tetapi kendektur sungguhan),selain bergelantungan di pintu metromini,dia juga harus bolak-balik masuk kedalam metromini untuk mengumpulkan ongkos dari penumpang yang baru saja naik ke dalam metromini.

Bocah seusia itu tidak seharusnya menjadi salah satu tulang punggung keluarga,anak sekecil itu tidak seharusnya bergelantungan di pintu metromini menjadi kondektur,,, (more…)

Pikiran Iseng : Bagaimana Kalau beberapa “Black Economy” yang ada dilegalkan di Indonesia (Bagian I) July 31, 2009

Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME, RELIGIUS, SASTRA BEBAS.
Tags:
add a comment

Legalisasi Prostitusi

Legalisasi Prostisusi

Melegalkan aktifitas prostusi,yang merupakan profesi tertua di bumi, di suatu negara atau suatu daerah pasti akan menimbulkan dua hal/poros/sisi yang berbeda. Dua hal/poros/sisi yang berbeda tersebut adalah ada yang setuju dan ada yang tidak setuju, ada manfaatnya dan ada mudaratnya. Kedua poros/hal/sisi tersebut akan coba kita ulas (berdasarkan pencatatan ulang pendapat orang lain ditambah pemikiran penulis iseng) dan kesimpulannya harap disimpulkan oleh pembaca sendiri J. Pertama-tama kita akan coba mengulas dari sisi yang setuju dan sisi manfaatnya. Melegalkan prostitusi melalui sebuah kebijakan atau regulasi yang tepat, kuat dan terukur serta di support oleh regulasi/kebijakan yang lainnya dan juga mengklasifikasikan bahwa prostitusi adalah ”jasa hiburan”,mungkin akan menghasilkan beberapa manfaat baik bagi para pelaku, penyedia, masyarakat maupun negara. Manfaat-manfaat tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Dengan legalisasi prostitusi (aturan dan saksi yang ketat dan diimplementasikan dengan baik) , akan menjadi solusi yang baik untuk melokalisir tempat-tempat prostitusi yang selama ini menjadi salah satu bagian keresahan masyarakat (kelompok masyarakat ini mayoritas) yang berada disekitar tempat-tempat prostitusi. Dengan legalisasi ini juga akan melokalisir PSK-PSK yang bertebaran di beberapa ruas jalan yang dianggap oleh masyarakat mayoritas merupakan bagian dari keresahan masyarakat dan mengganggu keindahan dan kenyaman kota sehingga mampu memperbaiki wajah kota.
  2. Dengan legalisasi prostitusi (legalisasi yang dikuti dengan lokalisir tempat-tempat prostitusi), akan memudahkan para pasangan (baik wanita mapun laki-laki) untuk mencari pasangannya yang selingkuh (PSK sebagai perselingkuhan).
  3. Dengan legalisasi prostitusi, akan menjadi solusi baik untuk melokalisir perbutan-perbuatan yang dianggap ”tabu dan amoral” oleh masyarakat.
  4. Dengan legalisasi dan lokalisasi prostitusi (penerapan pajak tinggi sebagai jasa hiburan), akan meningkatkan penerimaan negara. Melihat kondisi real di kota-kota besar, cukup besarnya pasar ”prostitusi” dan makin maraknya hotel-hotel ”transit” mengindikasikan begitu cukup besarnya potensi pennerimaan yang bisa diterima oleh negara. (more…)

Berpikir iseng tentang Kasus Manohara-Kasus Prita-Kasus Ambalat hingga Kasus Alutsista June 9, 2009

Posted by Robby Alexander Sirait in NASIONALISME, POLITIK, SASTRA BEBAS.
add a comment

tulisan iseng manohara-prita-ambalat-alutsista

Sumber Foto : Detik.com, okezone.com dan kompas.com

Melihat pemberitaan di media minggu-minggu terakhir ini,saya iseng menuliskan beberapa ide pemikiran yang muncul dalam pikiran saya terkait pemberitaan tersebut. Pemberitaan-pemberitaan tersebut menurut saya cukup sangat-sangat menyedot perhatian masyarakat luas belakangan ini. Ada beberapa hal yang ada di dalam pikiran saya, yakni :

KASUS MANOHARA

Terlepas dari konteks benar atau tidak kasus yang dialami manohara, ada beberapa point kesimpulan yang bisa kita ambil dari kejadian pemberitaan ini, yakni :

  1. Pemirsa atau masyarakat yang menonton televisi atau membaca media cetak sungguh sangat mudah digiring kepada satu opini atau satu kesimpulan yang disodorkan oleh media belakangan ini (manohara dianiaya oleh pangeran klantan)
  2. Kasus manohara mampu menyedot perhatian pemirsa sangat luas dan besar sehingga isu-isu lain tidak mampu mengambil proporsi di benak pemirsa,tidak hanya pemirsa, media televisipun terhipnotis dengan kasus manohara ini sehingga menggilir manohara untuk acara talkshow live di stasiun masing-masing dengan hanya menekankan kisah manohara.
  3. Terlepas benar atau tidak yang dialami manohara, hal penting yang bisa saya petik dari kejadian ini adalah bahwa perlindungan negara terhadap warga negaranya di negeri tercinta ini masih memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian khusus. Contohnya : masih banyak/terjadinya korban-korban TKI (pahlawan devisa) yang masih banyak mengalami penyiksaan di negeri orang,korban lumpur lapindo,dll

KASUS PRITA

Terlepas dari siapa yang benar, prita atau omni, ada beberapa point penting yang bisa kita ambil dalam pemberitaan ini, yakni : (more…)

Sedikit Menilik Tentang Korupsi dan Ekonomi (Part 2) June 8, 2009

Posted by Robby Alexander Sirait in EKONOMI, POLITIK, SASTRA BEBAS.
add a comment

SEDIKIT MEMAHAMI KONSEPSI KORUPSI

tulisan korupsi

Apa itu Korupsi : Pemahaman Tentang Konsepsi Korupsi

Secara umum korupsi berasal dari bahasa latin corruption atau coruptus yang dalam bahasa Indonesia diturunkan menjadi kata korupsi yang berarti kebejatan ; ketidakjujuran ; tidak bermoral ; penyimpangan dari kesucian (The Lexicon Webster, 1978) Penyuapan ; Pemalsuan (Kamus Bahasa Indonesia, 1991) penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan sebagai tempat seseorang bekerja untuk keuntungan pribadi atau orang lain (Kamus Hukum, 2002).[1]

Menurut pope (2000) dalam buku Confronting Coruption: The Element of National Integrity System mengutarakan bahwa permasalahan korupsi merupakan permasalahan yang harus menjadi perhatian semua pihak dan bersifat global. Pope juga mengatakan praktik korupsi tidak terlepas dari system pemerintahan yang dijalankan oleh sebuah negara, biasanya praktik korupsi terjadi pada system pemerintahan yang berifat totaliter atau dictator. Akan tetapi praktik korupsi juga tidak tertutup terjadi pada suatu negara yang memiliki sistem pemerintahan yang demokratis, bahkan dengan system pemerintahan yang lebih demokratis mungkin akan memberikan peluang atau ruang yang besar terhadap praktik korupsi. Kondisi ini dapat kita lihat dan indikasikan pada “suburnya praktik korupsi” di Indonesia pasca tahun 1998, praktik korupsi setelah tahun 1998 di Indonesia semakin subur dan semakin meluas. Pra 1998 (masa orde baru) praktek korupsi dijalankan hanya oleh segelintir orang atau kelompok, setelah pasca 1998 dijalankan oleh banyak individu atau kelompok orang yang sejalan dengan berjalannya system pemerintahan yang lebih demokratis.

Klitgaard (1998) mengutarakan bahwa korupsi ada jika seseorang secara legal meletakkan kepentingan pribadinya di atas kepentingan rakyat serta cita-cita yang menurut sumpah akan dilayaninya. Klitgaard menyebutkan korupsi adalah “perilaku yang menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi” (more…)

Sedikit Menilik Tentang Korupsi dan Ekonomi (Part 3) June 8, 2009

Posted by Robby Alexander Sirait in EKONOMI, POLITIK, SASTRA BEBAS.
add a comment

SEDIKIT MENGANALISA

KORUPSI DAN EKONOMI DI INDONESIA

tulisan korupsi


Survey Persepsi Pasar Bank Indonesia : Korupsi Menjadi Penghambat Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan survey persepsi pasar (SPP) beberapa tahun terakhir, permasalahan korupsi menjadi salah satu kendala yang menghambat pertumbuhan ekonomi sebagaimana terlihat pada table dibawah ini. Survei Persepsi Pasar merupakan survei triwulanan yang dilaksanakan sejak Triwulan IV-2001 terhadap responden yang terdiri dari para ekonom, pengamat/peneliti ekonomi, analis pasar uang/modal serta akademisi. Responden dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Saat ini responden survey berjumlah sekitar 100 orang yang tersebar di kota Jakarta, Bandung, Bandarlampung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Padang, Palembang, Denpasar, Banjarmasin, Makasar, Manado dan Kendari. Pengumpulan data dilakukan melalui mail, faksimili maupun e-mail. Hasil survei disajikan dengan metode pooling (persentase responden yang menjawab paling banyak).

(more…)